
Di tengah dinamika politik dan perubahan zaman yang begitu cepat, kehadiran sosok wakil rakyat yang tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan terasa semakin langka. Salah satu figur yang berhasil menjaga konsistensi itu adalah I Nym Kari Santika, anggota DPRD Kota Denpasar dari PDI Perjuangan, yang kini telah dipercaya masyarakat berturut-turut.
Berawal dari Padangsambian, I Nym Kari Santika dikenal luas sebagai sosok yang sederhana, mudah diajak bicara, dan selalu mengutamakan prinsip menyama braya — nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Bagi beliau, menyama braya bukan sekadar kata, melainkan napas dalam setiap langkah pengabdian.
Selama bertugas di DPRD Kota Denpasar, I Nym Kari Santika tidak hanya dikenal karena kedekatannya dengan masyarakat, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap persoalan-persoalan sosial, adat, dan kemasyarakatan. Ia kerap turun langsung ke lapangan, menghadiri kegiatan warga tanpa sekat jabatan, mendengar keluhan masyarakat, dan membantu mencari solusi yang nyata.

Bagi masyarakat Padangsambian dan sekitarnya, nama I Nym Kari Santika bukan lagi sekadar tokoh politik — tetapi bagian dari keluarga besar mereka sendiri. Di saat banyak figur publik kehilangan sentuhan kemanusiaannya, beliau justru memperkuat ikatan sosial melalui pendekatan yang tulus dan menyentuh.
“Menjaga kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab moral, bukan hanya tugas jabatan. Karena kepercayaan itu lahir dari hubungan hati ke hati,” ujar beliau dalam salah satu kesempatan berbicara dengan warga.

Kepercayaan yang telah diberikan selama ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan ketulusan masih menjadi dasar kuat dalam dunia politik.
Dalam setiap masa pengabdian, I Nym Kari Santika selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi — sebuah prinsip yang terus membuatnya disegani dan dicintai oleh warga Denpasar, khususnya Denpasar Barat.

Di tengah hiruk-pikuk politik yang sering diwarnai janji, kehadiran sosok seperti I Nym Kari Santika menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati dimulai dari niat tulus untuk ngayah — melayani, bukan dilayani.
Penutup:
Dari Padangsambian, semangat menyama braya yang dijaga oleh I Nym Kari Santika terus tumbuh dan memberi warna bagi Denpasar.
Bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai saudara, sahabat, dan teladan bagi banyak orang.

Tinggalkan komentar